Mefi Darmawan ajak pemuda bersihkan kampung pasca meluap nya air laut di desa duara -->

Iklan Semua Halaman

Mefi Darmawan ajak pemuda bersihkan kampung pasca meluap nya air laut di desa duara

Saturday, January 2, 2021



PORTALBUANA.COM, LINGGA. Pasca hujan deras melanda Kepri 2 hari berturut turut membuat perkarangan warga desa duara kecamatan lingga Utara di penuhi sampah yang berasal mulai dari sungai laut mau pun daratan. 


Demi menjaga kebersihan tokoh pemuda desa duara tepat nya dusun kukah Mantang seningkih (kumas) berinisiatif melaksanakan Goro bersama dengan dikomandoi Darmawan sebanyak 28 pemuda turun tangan dengan berbagai tugas dan peralatan seadanya,  alat yang digunakan cukup sederhana hanya mengunakan cangkul, parang, keranjang dengan di bagi menjadi 3 kelompok.



Kelompok A di komandoi Herman sebagai pengumpul sampah yang ada, kelompok B mepi Herman pengangkut mengunakan kaisar, kelompok c menelusuri dari gang ke gang dan memuat nya ke dalam kaisar.


Patut di ancungi jempol nilai gotoroyong yang ditanamkan pemuda ini, dalam kegiatan ini tak satu pun terlihat pemerintah desa mulai dari kades, BPD akan tetapi para pemuda ini tak sedikit pun berharap karena murni solidaritas untuk kampung.


Hermasyah saat dihubungi 03/01/2021 makasih lah bang masih ada juge media yang peduli dengan kampung, ini lah yang bisa kami lakukan untuk kampung kami alhamdulillah melihat semangat kami pak kades Azhar bantu konsumsi, kaisar desa. cuma kades dan perangkat tak bisa hadir, tak apalah kami bersihkan sebisa kami 



Dan harapan kami dari pemuda desa duara ini kan mayoritas nelayan mulai ikan dan hasil laut lain nya, kami sebagian diskusi ingin membuat tambak kepiting bakau karena semakin hari ekonomi makin parah, adek lepas tamat sekolah tak Ada yang bisa bekerja karena lapangan pekerjaan di tempat kami susah, rencana dalam waktu dekat kami nak buat proposal cuba - cuba mana tau dapat lumayan" tutup heraman 


Mufi sependapat denagan Herman harapan kami pemuda terbuka lapangan pekerjaan di lingga dan pembangunan yang merata" tutur mufi (sakiri)